Makalah IBD 2 Norma dan Adat Istiadat Keluarga Membentuk Pribadi Mahasiswa Berbudaya

download file pdf here : Makalah IBD 2 Marisa

 cover makalah 2 jpg

Mata Kuliah  :  Ilmu Budaya Dasar

Dosen : Muhammad Burhan Amin

 

Topik Makalah/Tulisan

NORMA DAN ADAT ISTIADAT KELUARGA MEMBENTUK

PRIBADI MAHASISWA BERBUDAYA

Kelas  :  1-IA21

 

Tanggal Penyerahan Makalah : 23 April 2013

Tanggal Upload Makalah  :  24 April 2013

 

P E R N Y A T A A N

Dengan ini saya menyatakan bahwa seluruh pekerjaan dalam penyusunan makalah ini saya buat sendiri tanpa meniru atau mengutip dari tim / pihak lain.

 

Apabila terbukti tidak benar, saya siap menerima konsekuensi untuk mendapat nilai 1/100 untuk mata kuliah ini.

P e n y u s u n

 

N P M

Nama Lengkap

Tanda Tangan

54412444

Marisa Siluana Kasih Mandolang

 

 

 

Program Sarjana Teknik Informatika

 

UNIVERSITAS GUNADARMA

 

 

KATA PENGANTAR

        Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan rahmatnya kami masih diberikan kesempatan untuk menyelesaikan tugas makalah Ilmu Budaya Dasar  yang berjudul “Norma dan Adat Istiadat Keluarga Membentuk Pribadi Mahasiswa Berbudaya” ini tepat pada waktu yang sudah ditentukan.

            Pada kesempatan kali ini, penulis akan mencoba menjelaskan bagaimana peran serta dari Norma dan adat istiadat keluarga dalam pembentukan pribadi mahasiswa yang berbudaya. Dengan begitu diharapkan budaya Indonesia dapat lebih dikenal mulai dari bangsa Indonesia itu sendiri dan akan dipandang lebih oleh bangsa luar melalui generasi – generasi mendatang.

            Kami menyadari masih banyak kekurangan dalam penulisan makalah ini. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran pembaca demi menyempurnakan makalah ini, karena tidak ada manusia yang sempurna. Mohon maaf jika ada kata- kata yang kurang berkenan dihati pembaca. Akhir kata, kami mengucapkan terima kasih telah membaca, semoga makalah ini dapat berguna bagi pembaca sekalian.

 

Bekasi, April 2013

Penulis

 

DAFTAR ISI

COVER ……………………………………………………………………………………………………………… 1

PERNYATAAN…………………………………………………………………………………………………… 2

KATA PENGANTAR…………………………………………………………………………………………… 3

DAFTAR ISI………………………………………………………………………………………………………. 4

BAB I PENDAHULUAN………………………………………………………………………………………. 5

1.1  Latar belakang……………………………………………………………………………………… 5

1.2  Tujuan…………………………………………………………………………………………………. 5

1.3  Sasaran………………………………………………………………………………………………… 6

BAB II PERMASALAHAN…………………………………………………………………………………… 7

2.1  Kekuatan (Strenght)……………………………………………………………………………… 7

2.2  Kelemahan (Weakness)…………………………………………………………………………. 8

2.3  Peluang (Opportunity)………………………………………………………………………….. 9

2.4  Tantangan/Hambatan (Threats)…………………………………………………………… 9

BAB III KESIMPULAN DAN REKOMENDASI………………………………………………………. 11

3.1 Kesimpulan…………………………………………………………………………………………. 11

3.2 Rekomendasi………………………………………………………………………………………. 11

REFERENSI ………………………………………………………………………………………………………. 12

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1  LATAR BELAKANG

Hari- hari ini, norma dan adat istiadat bangsa kita, Indonesia semakin hari semakin pudar seiring berjalannya waktu. Semakin banyak budaya asing yang masuk yang dianggap sebagai trend masa kini. Seperti kebiasaan memberi salam saat masuk suatu ruangan maupun meninggalkan suatu ruangan. Hal ini sering dilupakan oleh anak zaman sekarang. Hal- hal seperti ini tidak lepas dari peran keluarga sebagai pihak pertama yang mengajarkan seorang anak dalam berperilaku. Jika di dalam suatu keluarga sejak kecil diajarkan bagaimana berperilaku yang benar sesuai norma dan adat istiadat minimal yang berlaku dalam keluarga, ini akan membawa kepatuhannya hingga saat ia sudah dewasa.

Oleh karena itu peran serta orang tua dalam membentuk perilaku seorang anak sangat penting, agar ke depannya anak tersebut dapat tumbuh menjadi seorang yang berperilaku berbudaya. Tindakannya harus dimulai sejak dini, agar menjadi kebiasaan yang terus melekat dalam diri seseorang.

Keluarga merupakan wadah awal pembentukan perilaku dan pemberian pengajaran dasar tentang gambaran kehidupan luar bagi seorang anak. Di situ anak akan mencerna sesuai dengan kemampuan otaknya bagaimana ia harus bertindak sesuai dengan doktrin yang dberikan keluarganya secara turun – temurun. Sehingga saat ia menjadi mahasiswa, ia memiliki pribadi yang berbudaya.

 

 

1.2  TUJUAN

Adapun tujuan pembentukan makalah ini adalah sebagai berikut :

  • Memenuhi tugas makalah Ilmu Budaya Dasar
  • Memberikan informasi kepada mahasiswa/I tentang peran norma dan adat istiadat keluarga dalam membentuk pribadi yang berbudaya.

 

 

1.3  SASARAN

Makalah ini ditujukan untuk seluruh lapisan masyarakat, terutama mahasiswa/I Universitas Gunadarma agar dapat mengetahui peran serta norma dan adat istiadat dalam keluarga mempengaruhi pembentukan kepribadian seorang mahasiswa. Agar kedepannya dapan memberi peran serta dalam keluarga yang dibinanya kelak.

 

 

 

 

 

BAB II

PERMASALAHAN

 

Keluarga merupakan bagian dari sebuah masyarakat. Unsur-unsur yang ada dalam sebuah keluarga baik budaya, mazhab, ekonomi bahkan jumlah anggota keluarga sangat mempengaruhi perlakuan dan pemikiran anak khususnya ayah dan ibu.

Pengaruh keluarga dalam pendidikan anak sangat besar dalam berbagai macam sisi. Keluargalah yang menyiapkan potensi pertumbuhan dan pembentukan kepribadian anak. Lebih jelasnya, kepribadian anak tergantung pada pemikiran dan tingkah laku kedua orang tua serta lingkungannya. Kedua orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam mewujudkan kepribadian anak.

Ayah dan ibu adalah teladan pertama bagi pembentukan pribadi anak. Keyakinan-keyakinan, pemikiran dan perilaku ayah dan ibu dengan sendirinya memiliki pengaruh yang sangat dalam terhadap pemikiran dan perilaku anak. Karena kepribadian manusia muncul berupa lukisan-lukisan pada berbagai ragam situasi dan kondisi dalam lingkungan keluarga.

Keluarga berperan sebagai faktor pelaksana dalam mewujudkan nilai-nilai, keyakinan-keyakinan dan persepsi budaya sebuah masyarakat. Ayah dan ibulah yang harus melaksanakan tugasnya di hadapan anaknya.

Hubungan cinta kasih dalam keluarga tidak sebatas perasaan, akan tetapi juga menyangkut pemeliharaan, rasa tanggung jawab, perhatian, pemahaman, respek dan keinginan untuk menumbuh kembangkan anaka yang dicintainya. Keluarga yang hubungan antar anggotanya tidak harmonis, penuh konflik, atau gap communication dapat mengembangkan masalah-masalah kesehatan mental (mental illness) bagi anak.

 

2.1 KEKUATAN (STRENGHT)

  • Keluarga merupakan orang terdekat

Keluarga merupakan orang-orang terdekat seseorang yang sangat merupakan peran yang terutama dalam pembentukan kepribadian seseorang. Disini lah norma-norma dan adat istiadat keluarga mudah untuk ditanamkan.

 

 

  • Keluarga hidup di tempat yang bersamaan

Oleh karena keluarga sebagian besar tinggal bersamaan dalam satu rumah, maka sangat mudah dalam pendekatan dan penanaman norma dan adat istiadat pada seseorang pada keluarga, terutama pada anak.

  • Mudah diperoleh oleh setiap individu

Karena merupakan orang terdekat dan tinggal bersamaan, keluarga selalu memberikan atau mengajarkan anaknya bagaimana harus berperlaku berbudaya.

  • Suasana rumah yang mendukung

Keluarga, dalam hal ini orang tua harus menjaga agar suasana dan ketenangan rumah tetap terjaga, agar kemauan anak untuk mengembangkan kepribadiannya yang berbudaya timbul dengan sendirinya tanpa paksaan.

 

2.2 KELEMAHAN (WEAKNESS)

  • Adanya perseteruan antar keluarga

Kadang kala orang tua memaksakan kehendak mereka kepada anaknya, sehingga tidak jarang menimbulkan kerenggangan hubungan antar keluarga, sehingga sang anak pun tidak mau menuruti perkataan atau pengajaran dari orang tuanya.

  • Tinggal terpisah karena pendidikan

Sejak dulu, banyak orang yang demi mengemban pendidikan yang lebih tinggi dan lebih baik, bahkan rela jauh-jauh dan tinggal terpisah dari orang tuanya. Banyak anak yang merasakan kebebasan saat lepas dari pengawasan orang tua. Komunikasi yang tidak sering inilah yang menghambat membentukan kepribadian seorang anak yang berbudaya.

  • Sifat kurang terbuka

Pemikiran yang kurang terbuka dari seseorang sangat mempengaruhi pembentukan pribadi orang yang bersangkutan. Walaupun keluarga sangat berperan penting dalam pembentukan pribadi, tetapi jika anak tersebut tidak mau terbuka menerimanya, maka akan sangat percuma.

  • Keluarga yang tidak saling menghormati

Dalam keluarga, bukan hanyarasa kasih sayang saja yang diperlukan, tetapi rasa dan sifat hormat satu sama lain juga harus dijunjung tinggi. Agar tidak ada satu pihak yang merasa dirugikan, dalam hal ini anak, karena jika anak tidak hormat pada orang tuanya sendiri, bagaimana ia bias menghormati diri sendiri, apalagi orang lain.

2.3 PELUANG (OPPRTUNITY)

  • Mempererat persatuan dan rasa kasih sayang antar anggota keluarga

Dengan kepribadian yang terbentuk, akan memperbesar peluang terbentuknya  keluarga yang harmonis.

  • Membentuk kemandirian

Kepribadian yang telah terbentuk akan membuat seseorang menjadi mandiri dalam bertindak sehari-harinya.

  • Kesempatan untuk bertukar pikiran

Dengan seringnya komunikasi antar anggota keluarga untuk membentuk kepribadian, maka ada kesempatan untuk bertukar pikiran satu sama lain demi mendapatkan referensi lain dalam suatu tindakan.

  • Meningkatkan rasa sopan santun

Seseorang yang sudah terbentuk kepribadiannya yang baik, ia akan memiliki sopan santun yang lebih dibandingkan seseorang yang belum terbentuk kepribadiannya.

2.4  TANTANGAN/HAMBATAN(THREATS)

  • Arus globalisasi yang mudah masuk

Makin hari makin banyak budaya luar yang masuk ke dalam bangsa Indonesia yang mudah diakses oleh para mahasiswa, yang ditanggapi dengan gampangnya dan diterima mentah-mentah oleh mahasiswa, sehingga norma dan adat istiadat yang telah diajarkan dalam keluarga dilupakan begitu saja.

  • Kesadaran orang tua yang minim

Sekarang ini, banyak orang tua yang lebih memilih memberi kebebasan pada anaknya untuk bertindak dan berperilaku. Disini merupakan hambatan yang besar karena orangtua tidak memberikan masukkan pada anakk  dalam bertindak dan berperilaku.

  • Kurangnya kepercayaan satu sama lain

Banyak sekali anggota keluarga yang saling tidak percaya satu sama lain karena sebab-sebab tertentu. Hal ini juga menghambat proses penyampaian dan pembentukan kepribadian seseorang.

  • Jarak antara anggota keluarga

Jarak secara geografis juga merupakan penghambat yang sering ditemukan dalam pembentukan kepribadian seseorang. Seorang anak yang tinggal bersama orang lain atau tinggal sendiri terpisah akan mudah mendapat pengaruh dari luar dan tidaak mendapat wejangan dari orangtuanya.

 

 

BAB III

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

3.1 KESIMPULAN

Peran serta norma dan adat istiadat yang ditanamkan oleh keluarga kepada mahasiswa sangat penting dalam pembentukan perilaku berbudaya. Banyak hambatan dalam pembentukan pribadi seseorang, tetapi lepas dari pada itu, jika sejak dini seseorang diberikan pengajaran tentang norma dan adat istiadat yang berlaku dalam keluarga, maka sifat – sifat tersebut, terutama yang baik, akan terus terbawa di mana pun ia berada, sehingga akan membenuk pribadi yang berbudaya.

 

3.2 REKOMENDASI

  • Menanamkan kebiasaan yang baik sejak dini
  • Menyosialisasikan tentang peranan keluarga dalam pembentukan kepribadian seseorang
  • Menanamkan rasa saling percaya dan menghormati antar anggota keluarga
  • Mengadakan konseling tentang masalah – masalah dalam keluarga

 

 

REFERENSI

http://mimirockfriends.blogspot.com/2012/03/ibd-tulisan-peran-keluarga-dalam.html

http://www.scribd.com/doc/109971657/Makalah-IBD-1tentang-Kontribusi-Keluarga-dalam-Membentuk-Perilaku-Berbudaya

http://www.scribd.com/doc/109428175/Kontribusi-Keluarga-Membentuk-Perilaku-Berbudaya

http://rizkinovriansyah.wordpress.com/2013/03/26/makalah-ibd/

http://myusufkurniawan.files.wordpress.com/2012/10/makalah-ibd-1.doc

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s