PENDUDUK, MASYARAKAT, DAN KEBUDAYAAN

ragam indonesiaku

BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Pertumbuhan penduduk dari tahun ke tahun kian meningkat bahkan sangat pesat. Hal ini sangat mempengaruhi berbagai aspek kehidupan dalam masyarakat, mulai dari bidang sosial, politik, ekonomi bahkan kebudayaan. Dengan pertumbuhan aspek-aspek kehidupan tersebut, maka bertambahlah sistem mata pencaharian hidup manusia dari homogen menjadi kompleks. Dan menimbulkan masalah-masalah sosial baru.

Berbeda dengan mahluk hidup lain, manusia mempunyai kelebihan dalam kehidupannya. Manusia dapat memanfaatkan dan mengembangkan akal budinya. Pemanfaatan dan  pengembang akal budi telah terungkap pada perkembangan kebudayaan, baik  kebudayaan rohanian maupun kebudayaan kebendaan. Akibat dari perkembangan kebudayaan ini, telah mengubah cara berfikir manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Inilah yang memicu berbagai persoalan dalam masyarakat.

 Tujuan Penulisan

Adapun tujuan penulisan portofolio ini adalah untuk mengetahui pengertian penduduk, masyarakat dan kebdayaan serta keterkaitan antara ketiga aspek tersebut.

Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalahnya adalah sebagai berikut :

  1. apa pengertian penduduk?
  2. apa pengertian masyarakat?
  3. apa pengertian kebudayaan?

BAB II

PENDUDUK

Pengertian Penduduk

Pada hakekatnya, pengertian mengenai penduduk lebih ditekankan pada komposisi umur, jenis kelamin dan lain-lain, tetapi juga klasifikasi tenaga kerja dan watak ekonomi, tingkat pendidikan, agama, ciri sosial, dan angka statistik lainnya yang menyatakan distribusi frekuensi.

Penduduk atau warga suatu negara atau daerah bisa didefinisikan menjadi dua: Pertama orang yang tinggal di daerah tersebut. Dan kedua orang yang secara hukum berhak tinggal di daerah tersebut. Dengan kata lain orang yang mempunyai surat resmi untuk tinggal di situ. Misalkan bukti kewarganegaraan, tetapi memilih tinggal di daerah lain. Dalam sosiologi, penduduk adalah kumpulan manusia yang menempati wilayah geografi dan ruang tertentu.

Contoh masalah yang berkaitan dengan penduduk adalah :

Kepadatan penduduk

Kepadatan penduduk dihitung dengan membagi jumlah penduduk dengan luas area dimana mereka tinggal. Beberapa pengamat masyarakat percaya bahwa konsep kapasitas muat juga berlaku pada penduduk bumi, yakni bahwa penduduk yang tak terkontrol dapat menyebabkan katastrofi Malthus. Beberapa menyangkal pendapat ini. Grafik berikut menunjukkan kenaikan logistik penduduk.

Negara-negara kecil biasanya memiliki kepadatan penduduk tertinggi, di antaranya: Monako, Singapura, Vatikan, dan Malta. Di antara negara besar yang memiliki kepadatan penduduk tinggi adalah Jepang dan Bangladesh.

 

Transfer penduduk

Transfer penduduk adalah istilah untuk kebijakan negara yang mewajibkan perpindahan sekelompok penduduk pindah dari kawasan tertentu, terutama dengan alasan etnisitas atau agama.
Hal ini terjadi di India dan Pakistan, antara Turki dan Yunani, dan di Eropa Timur selama Perang Dunia Kedua. Kebijakan transmigrasi oleh pemerintah Indonesia selama orde baru bisa dikategorikan transfer penduduk. Perpindahan penduduk lainnya dapat pula karena imigrasi, seperti imigrasi dari Eropa ke koloni-koloni Eropa di Amerika, Afrika, Australia, dan tempat-tempat lainnya. 

Ledakan penduduk

Buku berjudul The Population Bomb (Ledakan Penduduk) pada tahun 1968 oleh Paul R. Ehrlich meramalkan adanya bencana kemanusiaan akibat terlalu banyaknya penduduk danledakan penduduk. Karya tersebut menggunakan argumen yang sama seperti yang dikemukakan Thomas Malthus dalam An Essay on the Principle of Population (1798), bahwa laju pertumbuhan penduduk mengikuti pertumbuhan eksponensial dan akan melampaui suplai makanan yang akan mengakibatkan kelaparan.

BAB III 

MASYARAKAT

Pengertian Masyarakat

Masyarakat (sebagai terjemahan istilah society) adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Kata “masyarakat” sendiri berakar dari kata dalam bahasa Arab, musyarak. Lebih abstraknya, sebuah masyarakat adalah suatu jaringan hubungan-hubungan antar entitas-entitas. Masyarakat adalah sebuah komunitas yang interdependen (saling tergantung satu sama lain). Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur.

Kata society berasal dari bahasa latin, societas, yang berarti hubungan persahabatan dengan yang lain. Societas diturunkan dari kata socius yang berarti teman, sehingga arti society berhubungan erat dengan kata sosial.

Secara implisit, kata society mengandung makna bahwa setiap anggotanya mempunyai perhatian dan kepentingan yang sama dalam mencapai tujuan bersama.

Contoh permasalahan dalam masyarakat

Contoh Studi Lapang di Kampung Cikadongdong, Desa Situ Udik, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat

Infrakstruktur

Gambaran Umum Kampung Cikadongdong

Kampung Cikadongdong merupakan bagian dari Desa Situ Udik, Kecamatan Cibungbulang, Bogor. Kampung ini secara teretorial berada pada wilayah Dusun II, RW. 9, Kampung Cikadongdong terdiri dari 2 RT. Berpenduduk 47 KK, dengan jumlah penduduk sekitar ± 473 jiwa. Adapun batas-batas Kampung Cikadongdong:

1)      Utara : Kampung Batu Beulah

2)      Selatan : Kampung Cigamea

3)      Timur : Kampung Cimanggu

4)      Barat : Kali Cianten

Mata Pencaharian Masyarakat Kampung Cikadongdong

Sebagian besar masyarakat kampung Cikadongdong bekerja sebagai buruh serabutan dan penggarap sawah, hal ini disebabkan karena kurangnya lahan persawahan yang berada di Kampung Cikadongdong sehingga mayoritas dari mereka memilih untuk bekerja sebagai buruh serabutan di beberapa daerah di luar Kampung Cikadongdong. Namun, ada juga yang bekerja sebagai peternak kambing, pengrajin kusen, tukang ojek, kuli bangunan, pedagang.

Sarana dan Prasarana Kampung Cikadongdong

Kampung Cikadongdong merupakan bagian kecil dari Desa Situ Udik, sehingga untuk sarana dan prasarana yang tersedia di kampung ini tidaklah begitu lengkap, namun tetap ada. Sarana dan prasarana yang tersedia di kampung Cikadongdong di antaranya terdapat masjid, lapangan sepak bola, pos ronda, dan sarana irigasi. Sebagian besar masyarakat Kampung Cikadongdong telah memiliki media informasi elektronik sendiri, seperti televisi, VCD, dan radio.

Masalah social utamanya yaitu:

Dasar Kekayaan

Suatu masyarakat yang memiliki kekayaan cukup banyak dapat dikategorikan termasuk orang yang cukup terpandang oleh sekitarnya. Ukuran kekayaan itu dapat dilihat dari kepemilikan tanah, mobil pribadi dan sebagainya. Namun, pada penelitian yang kami lakukan di Kampung Cikadongdong tidak ditemukan ukuran kekayaan yang seperti disebutkan di atas. Untuk masyarakat yang terpandang karena kekayaan, ukuran kekayaannya dapat dilihat dari kepemilikan mereka terhadap luas lahan persawahan, ternak kambing maupun kerbau, pendapatan dari usaha sendiri seperti toko. Sebagai contoh yang kami temukan di lapangan yaitu Bapak Shidiq yang memiliki sebidang lahan sawah dan ternak kerbau sendiri. Kadang-kadang kerbau beliau ini disewakan untuk kepentingan persawahan. Selain itu, ada juga bapak Uci yang memiliki usaha sendiri yaitu toko.

Dasar Kekuasaan

Di Kampung Cikadongdong, masyarakat yang memiliki kekuasaan dalam politik lokal setempat atau yang mempunyai wewenang besar dalam memutuskan suatu perkara mengenai masyarakat akan lebih dihormati keberadaannya. Sebagai contoh yang kami temukan di lapangan adalah Pak Mukhlis dalam hal ini beliau menjabat sebagai Ketua RT dan Pak Harun. Oleh karena keberadaan mereka sangat berarti dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat, maka kekuasaan ini dapat dijadikan modal penting untuk mengatur kehidupan antar warga Kampung Cikadongdong.

Dasar Kehormatan

Pada umumnya orang yang paling dihormati oleh masyarakat Kampung Cikadongdong adalah orang-orang yang termasuk ke dalam golongan tua, karena anggapan masyarakat setempat mereka mempunyai pengalaman hidup yang lebih banyak dibandingkan dengan kaum yang masih muda dan juga mereka beranggapan bahwa orang yang termasuk ke dalam golongna tua itu di dalam riwayat hidupnya pernah berjasa terhadap keberadaan Kampung Cikadongdong. Sebagai contoh dalam hal ini adalah Ibu Asni, beliau termasuk salah satu warga yang dihormati dan disegani karena dengan melihat usianya beliau dianggap sebagai orang yang dituakan oleh masyarakat setempat. Mengingat masih berlakunya sebuah norma, bahwa orang yang lebih muda harus menghormati orang yang lebih tua

BAB IV 

KEBUDAYAAN

Pengertian Kebudayaan

Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat.Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowskimengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalahCultural-Determinism.

Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagaisuperorganic. Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.

Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.

Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.

Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak.

Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.

Keterkaitan 3 Pengertian Tersebut

Penduduk, masyarakat dan kebudayaan mempunyai hubungan yang erat antara satu sama lainnya. Dimana penduduk adalah sekumpulan manusia yang menempati wilayah geografi dan ruang tertentu.

Sedangkan masyarakat merupakan sekumpulan penduduk yang saling berinteraksi dalam suatu wilayah tertentu dan terikat oleh peraturan – peraturan yang berlaku di dalam wilayah tersebut. Masyarakat tersebutlah yang menciptakan dan melestarikan kebudayaan; baik yang mereka dapat dari nenek moyang mereka ataupun kebudayaan baru yang tumbuh seiring dengan berjalannya waktu.

Oleh karena itu penduduk, masyarakat dan kebudayaan merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan. Kebudayaan sendiri berarti hasil karya manusia untuk melangsungkan ataupun melengkapi kebutuhan hidupnya yang kemudian menjadi sesuatu yang melekat dan menjadi ciri khas dari pada manusia ( masyarakat ) tersebut.

 Permasalahan yang didapat

Menurut Soerjono Soekanto masalah sosial adalah suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok sosial. Jika terjadi bentrokan antara unsur-unsur yang ada dapat menimbulkan gangguan hubungan sosial seperti kegoyahan dalam kehidupan kelompok atau masyarakat. Masalah sosial muncul akibat terjadinya perbedaan yang mencolok antara nilai dalam masyarakat dengan realita yang ada. Yang dapat menjadi sumber masalah sosial yaitu seperti proses sosial dan bencana alam.

Adanya masalah sosial dalam masyarakat ditetapkan oleh lembaga yang memiliki kewenangan khusus seperti tokoh masyarakat, pemerintah, organisasi sosial, musyawarah masyarakat, dan lain sebagainya. Masalah sosial dapat dikategorikan menjadi 4 (empat) jenis faktor, yakni antara lain :

1. Faktor Ekonomi : Kemiskinan, pengangguran, dll.
2. Faktor Budaya : Perceraian, kenakalan remaja, dll.
3. Faktor Biologis : Penyakit menular, keracunan makanan, dsb.
4. Faktor Psikologis : penyakit syaraf, aliran sesat, dsb.

BAB V

 KESIMPULAN

Hubungan antara masalah penduduk yang muncul dengan perkembangan kebudayaan terjadi karena suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan dan masyarakat seiring berjalannya waktu. Akan membahayakan kehidupan kelompok sosial. Jika terjadi bentrokan antara unsur-unsur yang ada dapat menimbulkan gangguan hubungan sosial seperti kegoyahan dalam kehidupan kelompok atau masyarakat. Masalah penduduk muncul akibat terjadinya perbedaan yang mencolok antara nilai-nilai yang telah ada dalam masyarakat dengan realita yang ada. Yang dapat menjadi sumber masalah penduduk yaitu  proses sosial dan kebudayaan yang berbeda-beda. Masalah penduduk itu sendiri akan menyebabkan pro dan kontra pada perkembangan kebudayaan, seperti yang sering terjadi dewasa ini.

BAB VI

KOMENTAR/ PENDAPAT

Keterkaitan antar ketiga aspek tersebut, yaitu penduduk, masyarakat dan kebudayaan harus saling melengkapi dan saling mendukung agar tidak terjadinya ketidakseimbangan atau kesenjangan sosial, masyarakat sebagai penduduk itu sendiri harus menjaga dan melestarikan kebudayaan yang ada, tetapi selain itu mereka juga dapat mempertimbangkat kebudayaan atau pengaruh-pengaruh luar yang mencoba untuk masuk daam budaya bangsa kita yang tentunya memiliki dampak yang positif bagi bangsa dan negara dan sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku di masyarakat.

BAB VII

DAFTAR PUSTAKA

http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/mkdu_isd/bab2-penduduk_masayarakat_dan_kebudayaan.pdf

http://id.wikipedia.org/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s