Makalah 3 Ilmu Budaya Dasar

download pdf file here : Makalah IBD 3 Marisa cover makalah ibd 3

Mata Kuliah  :  Ilmu Budaya Dasar

Dosen : Muhammad Burhan Amin

 

Topik Makalah/Tulisan

KEBUDAYAAN CITRA KEPRIBADIAN SUATU BANGSA

Kelas  :  1-IA21

Tanggal Penyerahan Makalah : 22 Mei 2013

Tanggal Upload Makalah  :  23 Mei 2013

P E R N Y A T A A N

Dengan ini saya menyatakan bahwa seluruh pekerjaan dalam penyusunan makalah ini saya buat sendiri tanpa meniru atau mengutip dari tim / pihak lain.

 

Apabila terbukti tidak benar, saya siap menerima konsekuensi untuk mendapat nilai 1/100 untuk mata kuliah ini.

 

P e n y u s u n

N P M

Nama Lengkap

Tanda Tangan

54412444

Marisa Siluana Kasih M.

 

Program Sarjana Teknik Informatika

UNIVERSITAS GUNADARMA

KATA PENGANTAR

            Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan rahmatnya kami masih diberikan kesempatan untuk menyelesaikan tugas makalah Ilmu Budaya Dasar  yang berjudul “Kebudayaan Citra Kepribadian Suatu Bangsa” ini tepat pada waktu yang sudah ditentukan.

            Pada kesempatan kali ini, penulis akan mencoba menjelaskan bagaimana peran serta dari kebudayaan dalam pencitraan kepribadi bangsa terhadap kepada bangsa lain. Dimulai dari mahasiswa yang berbudaya. Dengan begitu diharapkan budaya Indonesia dapat lebih dikenal mulai dari bangsa Indonesia itu sendiri dan akan dipandang lebih oleh bangsa luar melalui generasi – generasi mendatang.

            Kami menyadari masih banyak kekurangan dalam penulisan makalah ini. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran pembaca demi menyempurnakan makalah ini, karena tidak ada manusia yang sempurna. Mohon maaf jika ada kata- kata yang kurang berkenan dihati pembaca. Akhir kata, kami mengucapkan terima kasih telah membaca, semoga makalah ini dapat berguna bagi pembaca sekalian.

Bekasi, Mei 2013

Penulis

DAFTAR ISI

COVER ………………………………………………………………………………………………… 1

PERNYATAAN……………………………………………………………………………………… 2

KATA PENGANTAR…………………………………………………………………………….. 3

DAFTAR ISI……………………………………………………………………………………….…. 4

BAB I PENDAHULUAN……………………………………………………………………….…. 5

1.1  Latar belakang…………………………………………………………………………….……. 5

1.2  Tujuan……………………………………………………………………………………………… 5

1.3  Sasaran………………………………………………………………………………………..…… 6

BAB II PERMASALAHAN………………………………………………………………….…….. 7

2.1  Kekuatan (Strenght)……………………………………………………………………..…….. 9

2.2  Kelemahan (Weakness)……………………………………………………………………….. 10

2.3  Peluang (Opportunity)…………………………………………………………………………. 11

2.4  Tantangan/Hambatan (Threats)…………………………………………………….……… 11

BAB III KESIMPULAN DAN REKOMENDASI……………………………………………… 13

3.1 Kesimpulan…………………………………………………………………………………….. 13

3.2 Rekomendasi………………………………………………………………………………….. 13

REFERENSI ………………………………………………………………………………………………… 15

BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

  • Kebudayaan

Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Kebudayaan adalah  kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat dan kemampuan kemampuan lain serta kebiasaan-kebiasaan yang didapatkan oleh manusia sebagai masyarakat. Secara etimologi, kata kebudayaan berasal dari kata sansekerta buddayah yang merupakan bentuk jamak dari kata buddhi yang berarti budi atau akal, dengan kata lain kebudayaan diartikan sebagai hal-hal yang bersangkutan dengan budi atau akal.

  • Kepribadian

Pengertian Kepribadian (personality) menurut Kartini Kartono dan Dali Gulo dalam Sjarkawim adalah sifat dan tingkah laku khas seseorang yang membedakannya dengan orang lain; integrasi karakteristik dari struktur-struktur, pola tingkah laku, minat, pendiriran, kemampuan dan potensi yang dimiliki seseorang; segala sesuatu mengenai diri seseorang sebagaimana diketahui oleh orang lain. Kepribadian mencakup kebiasaan-kebiasaan, sikap, dan lain-lain sifat ynag khas dimiliki seseorang yang berkembang apabila orang tadi berhubungan dengan orang lain.

Kepribadian sebenarnya merupakan organisasi faktor-faktor biologis, psikologis, dan sosiologis yang mendasari perilaku individu. Faktor-faktor tersebut mempengaruhi suatu individu baik secara langsung maupun tidak langsung.

Berbicara mengenai kepribadian dan kebudayaan, tidak terlepas dari hubungan antara masyarakat dan kebudayaan. Masyarakat dan kebudayaan merupakan perwujudan atau abstraksi perilaku manusia. Kepribadian mewujudkan perilaku manusia. Perilaku manusia dapat dibedakan dengan kepribadiannya, karena kepribadian merupakan latar belakang perilaku yang ada dalam diri seorang individu. Kepribadian suatu bangsa dipengaruhi oleh budaya yang sudah melekat pada diri bangsa itu sendiri. Kebudayaan-kebudayaan itu sendiri dapat kita perkenalkan kepada bangsa lain melalui media komunikasi yang sudah banyak berkembang sekarang-sekarang ini.

 

1.2  Tujuan

Adapun tujuan dari pembentukan makalah ini adalah sebagai berikut :

  • Memenuhi tugas softskill mata kuliah Ilmu Budaya Dasar
  • Memberikan informasi tentang peran kebudayaan mempengaruhi citra kepribadian suatu bangsa.
  • Mengetahui permasalahan dan solusinya mengenai kebudayaan yang berpengaru terhadap citra kepribadian suatu bangsa.

1.3  Sasaran

Penulisan makalah ini ditujukan kepada masyarakat umum khususnya untuk mahasiswa/i Universitas Gunadarma agar mengetahui peranan dari kebudayaan dalam mencerminkan citra keribadian suatu bangsa. Dengan itu, kebudayaan bangsa kita bisa mencerminkan citra kepribadian yang baik bagi bangsa lain.

BAB II

PERMASALAHAN

            Kebudayaan banyak sekali dikemukakan oleh para ahli. Salah satunya dikemukakan oleh Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, yang merumuskan bahwa kebudayaan adalah semua hasil dari karya, rasa dan cipta masyarakat. Karya masyarakat menghasilkan teknologi dan kebudayaan kebendaan, yang diperlukan manusia untuk menguasa alam sekitarnya, agar kekuatan serta hasilnya dapat diabdikan untuk kepentingan masyarakat.

            Banyak aspek-aspek yang mempengaruhi citra kepribadian suatu bangsa, salah satunya kebudayaan itu sendiri. Faktor kebudayaan yang dimaksudkan di sini adalah kebudayaan yang tumbuh dan berkembang di tengah – tengah masyarakat. Di negara kita sendiri, misalnya, dapat diketahui di mana kehidupan masyarakat di pedalaman Irian berbeda dengan kehidupan masyarakat Indonesia lain. Hal ini menunjukkan bahwa cara – cara hidup, adat istiadat, kebiasaan, bahasa, kepercayaan, dan sebagainya dari suatu daerah / negara dan masyarakat yang lain.

Adapun beberapa aspek kebudayaan yang sangat mempengaruhi perkembangan dan pembentukan kepribadian itu, antara lain, nilai – nilai (values), pengetahuan dan keterampilan, serta adat dan tradisi ( Koeswara, Teori – teori Kepribadian, 1991 : 85).

  • Nilai nilai  ( values )

Pada setiap kebudayaan terdapat nilai – nilai yang dijunjung tinggi oleh individu yang hidup dalam kebudayaan itu. Menaati nilai – nilai yang hidup dalam kebudayaan itu menjadi idaman dan kewajiban bagi setiap anggota masyarakat kebudayaan tersebut. Dan untuk bisa diterima sebagai anggota suatu masyarakat, maka seseorang harus memiliki kepribadian yang selaras dengan kebudayaan yang berlaku pada suatu masyarakat tertentu.

  • Pengetahuan dan Keterampilan

Pengetahuan yang dimiliki oleh setiap individu juga mempengaruhi sikap dan tindakannya. Sedang pengetahuan yang dimiliki oleh individu tidaklah sama kadar dan luasnya antara individu yang satu dengan yang lainnya. Begitu pula jenis pengetahuan yang dimilikinya tidaklah sama. Ada yang ahli di bidang ekonomi, di bidang kedokteran, di bidang teknik, di bidang pertanian, peternakan, dan sebagainya. Semua ini membentuk kepribadian yang berbeda – beda pada setiap individu.

Demikian pula kecakapan atau keterampilan individu dalam mengerjakan sesuatu yang juga merupakan bagian dari kebudayaannya. Perbedaan – perbedaan keterampilan tersebut dapat kita lihat dalam kehidupan sehari – hari, seperti ada orang yang ahli atau mempunyai kecakapan dalam berpidato yang dapat menarik dan mempengaruhi pendengar ( orator ), ada yang cakap dalam musik, dan sebagainya.

  • Adat dan Tradisi

Adat istiadat ( tradisi ) suatu daerah berbeda dengan daerah lainnya. Dalam hal perkawinan, model rumah, upacara keagamaan, kepercayaan, dan sebagainya, hampir setiap daerah memiliki karakteristik sendiri – sendiri.

Semua adat dan tradisi yang berlaku di suatu daerah tersebut, selain menentukan nilai – nilai yang harus ditaati oleh anggota – anggota, juga menentukan cara – cara bertindak dan bertingkah laku manusianya

  • Bahasa

Bahasa berfungsi sebagai alat komunikasi antarindividu. Dengan demikian, bagaimana sikap dan cara – cara bertindak seseorang, bagaimana pergaulan hidup bermasyarakatnya, dan sebagainya, sebagian besar dipengaruhi oleh bahasa yang berlaku dalam masyarakat itu.

Kata – kata yang tertera dalam kalimat bahasa mencerminkan kepribadian bangsa, adalah tepat dan mengandung kebenaran yang dapat diterima. Seperti perbedaan sikap dan cara hidup di daerah Jawa Timur sering menggunakan bahasa Jawa yang kasar.

Analisis permasalahan Kebudayaan Citra Kepribadian Suatu Bangsa dengan memperhatikan dan mempertimbangkan  kondisi lingkungan internal maupun eksternal dilihat dari aspek :

2.1  Kekuatan (Strength)

  • Telah terbangunnya citra positif

Indonesia sudah lama dikenal sebagai Negara dengan pribadi penduduknya yang ramah, nilai-nilai luhur budaya tercermin dalam kehidupan bermasyarakat, sikap gotong royong dan kekeluargaan menjadi ciri khas yang telah mengakar dalam pribadi bangsa Indonesia. Citra yang telah terbangun menjadi sebuah kebanggaan setiap pribadi yang menimbulkan rasa tanggung jawab untuk selalu menjaga citra yang telah terbentuk.

  • Perkembangan IPTEK

Perkembangan IPTEK mempercepat penyebaran budaya, sehingga dapat merata disetiap lapisan masyarakat. Memberikan pemahaman dan memperkaya kebudayaan yang dimiliki suatu masyarakat. Sehingga bangsa lain dapat melihat citra positif melalui kebudayaan tersebut.

  • Pendidikan yang mendukung

Pendidikan di manapun merupakan lembaga sosial yang berfungsi untuk mempersiapkan anggotanya menjadi warga yang trampil dan bertanggung jawab dengan penanaman dan pengukuhan norma sosial dan nilai-nilai budaya yang berlaku, pendidikan dapat menjadi kekuatan perubahan sosial yang amat besar karena menumbuhkan kreatifitas peserta didik untuk mengembangkan pembaharuan (innovation) terutama dalam mengembangkan dan melestarikan budaya.

  • Peran industri kreatif dan pariwisata yang mendukung

Indonesia memiliki sejuta potensi yang bisa dikembangkan menjadi industry kreatif sehingga dapat perlahan mengubah sifat konsumerisme masyarakat menjadi budaya produktif dengan menjadikan potensi seni budaya menjadi industri kreatif. Budayalah yang kini menjadi kunci utama dalam setiap aktivitas pariwisata. Pelestarian budaya melalui pariwisata tidak hanya meningkatkan taraf hidup masyarakat namun juga memperteguh tatanan nilai budaya luhur yang mempengaruhi kepribadian bangsa.

2.2  Kelemahan (Weakness)

  • Ketimpangan sosial-budaya antara perkotaan dan pedesaan

Ketimpangan sosial-budaya antar penduduk pedesaan dan perkotaan menjadi salah satu pemicu perkembangan norma-norma sosial dan nilai-nilai budaya yang berfungsi sebagai pedoman dan kerangka acuan penduduk pedesaan yang harus mampu memperluas jaringan sosial secara menguntungkan, namun seringkali menimbulkan lumpuhnya pranata sosial lama sehingga mempengaruhi setiap individu, seolah-olah kehilangan pedoman dalam melakukan kegiatan. Kelumpuhan sosial itu telah menimbulkan konflik social yang berkepanjangan dan berlanjut dengan pertikaian yang disertai kekerasan. Pertikaian dan kekerasan yang terjadi berdampak negatif terhadap perkembangan kepribadian.

  • Penerapan Teknologi Membutuhkan modal besar

Penerapan teknologi maju memerlukan penanaman modal yang besar, tentu saja modal yang besar itu harus dikelola secara professional agar dapat mendatangkan keuntungan materi yang optimal. Karena itu juga memerlukan tenaga kerja yang berketrampilan dan professional dengan orientasi senantiasa mengejar keberhasilan. Tanpa disadari, kenyataan tersebut, telah menimbulkan berbagai reaksi pro dan kontra di kalangan masyarakat sehingga semakin memperlebar kesenjangan sosial yang pada gilirannya dapat menimbulkan kecemburuan sosial yang memperbesar potensi konflik sosial.dalam masyarakat majemuk dengan multi kulturnya.

  • Pembangunan yang tidak merata

Proses pembangunan kurang mendukung transformasi kebudayaan. Sehingga kebudayaan masyarakat tertentu mungkin lebih dikenal dan kebudayaan masyarakat lain terlupakan atau mungkin tidak diketahui sama sekali. Tidak meratanya pembangunan mempengaruhi pembangunan sarana pendidikan, sehingga menjadikan proses transmisi budaya kepada generasi selanjutnya menjadi timpang.

  • Keterbatasan lingkungan

Penggunaan teknologi tidak hanya membutuhkan modal besar, namun juga membutuhkan sumberdaya alamnya, hal tersebut tentu saja menimbulkan eksploitasi terhadap lingkungan, sehingga mempengaruhi kerja industry kreatif dan terutama pariwisata yang kehilangan sumber-sumber budaya bangsa. Selain itu, mempercepat proses global warming yang sangat berpengaruh terhadap kebudayaan dan pada akhirnya mempengaruhi kepribadian. Seperti naiknya suhu dari tahun ke tahun menyebabkan masyarakat menginginkan kebutuhannya terpenuhi secara instan dan cepat. Sehingga berbagai cara pun ditempuh dengan adanya inovasi-inovasi baru yang bisa menyebabkan kebudayaan terlupakan.

2.3  Peluang (Opportunity)

  • Pengakuan positif dunia

Pengaruh citra positif yang melekat dalam nilai-nilai luhur budaya Indonesia dapat menjadi peluang untuk mempermudah pengenalan dan penyebaran kebudayaan secara universal. Menjadi bekal bagi setiap pribadi bangsa Indonesia untuk menjadi pioneer, menstimulus kebudayaan lain untuk mengikuti budaya yang kita miliki.

  • Mudah dikenalnya budaya melalui situs-situs kebudayaan

Dengan adanya perkembangan IPTEK yang sangat maju sekarang ini. Tentunya untuk mengenalkan budaya bangsa kita akan lebih mudah, terutama melalui situs-situs kebudayaan yang telah ada yang menginformasikan tentang budaya bangsa, sehingga bangsa  lain mendapat gambaran singkat tentang kepribadian bangsa Indonesia.

  • Masyarakat modern yang berbudaya

Tidak semua masyarakat menerima begitu saja budaya – budaya luar yang masuk lewat arus globalisasi dan modernisasi. Ada kalangan – kalangan tertentu yang kritis dan tidak menerima akan perubahan yang terjadi dan berusaha menunjukkannya dan mencoba mempengaruhi individu atau bahkan masyarakat lain untuk bersikap kritis. Sehingga dengan begitu terbentuklah individu yang berbudaya dan mencerminkan kepribadian bangsa yang baik.

  • Perkembangan Industri Kreatif dan Pariwisata

Seiring dengan masuknya kebudayaan baru dan perkembangan teknologi memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk melakukan segala aktifitas industrinya, seperti mempermudah proses pengenalan, promosi, pembelajaran budaya, mempercepat proses akulturasi budaya yang dapat memperkaya kebudayaan itu sendiri dan membawa masyakarat kearah kehidupan yang lebih baik, menstimulus setiap individu untuk menjadi pribadi yang kreatif didalam menghadapi pesatnya arus globalisasi.

Adanya Kode Etik Pariwisata Dunia dan perundang-undangan tentang kebudayaan menjadi salah satu peluang untuk tetap menjaga, melestarikan dan mengembangkan kebudayaan, tidak hanya agar kebudayaan tersebut tetap eksis namun juga mempertahankan nilai-nilai luhur yang terkandung didalamnya.

2.4  Tantangan/Hambatan (Threats)

  • Penolakan dari masyakarat

Tidak semua kebudayaan yang masuk dapat diterima oleh setiap lapisan masyakarat, ada yang menerima begitu saja namun ada pula yang menolak. Mereka yang menolak menunjukannya dengan berbagai cara, baik dengan demonstrasi, mengadu ke lembaga pemerintah dll, pro dan kontra tersebut menimbulkan gejolak dalam masyarakat yang pada akhirnya mempengaruhi proses perkembangan kepribadian.

  • Timbulnya budaya baru

Perkembangan IPTEK menimbulkan budaya baru dalam masyarakat, berbagai fasilitas mempermudah masuknya informasi, pengenalan produk (promotion), kemudahan dan kecepatan dalam pelayanan dll mendorong masyarakat menjadi pribadi yang  konsumtif, pola fikir instant dll.

  • Tingginya Biaya Pendidikan

Pendidikan merupakan salah satu gerbang pembentukan kepribadian, membawa pengaruh yang sangat besar terhadap perkembangan kedewasaan (maturity) kepribadian seseorang. Pendidikan Agama merupakan pondasi terkuat yang harus dibangun sejak dini, namun sejalan dengan perkembangan zaman dan penggunaan teknologi yang bermodal besar, tentu berpengaruh terhadap biaya pendidikan, sehingga lapisan masyarakat ekonomi rendah tidak dapat menikmatinya.

  • Tuntutan sosial dan ekonomi

Pesatnya perkembangan industri memang menjadikan masyarakat menuju ke arah kehidupan yang lebih baik, namun juga menimbulkan pengkotakan – pengkotakan dalam masyarakat, sesuai dengan kelas sosial ekonominya, hal tersebut pada akhirnya menjadikan pribadi yang cenderung individualistik, kurang peduli dengan lingkungan sekitarnya, hanya bergaul dengan strata sosialnya saja.

BAB III

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

3.1  Kesimpulan

  • Budaya diwariskan melalui bahasa dan bermacam – macam prilaku dan dapat dimungkinkan manusia berinteraksi dalam bahasa yang sama dan hidup di zaman yang sama. Setiap individu baru yang muncul akan mengikuti tatanan kebudayaan yang telah ada. Dan kepribadian sangat di tentukan oleh faktor kebudayaan yang terjadi pada lingkungan di sekitarnya.
  • Pendidikan tiada lain adalah wahana pembelajaran segala bentuk kemampuan bagi sang pembelajar agar menjadi manusia dewasa. Antara pendidikan dan kebudayaan terdapat hubungan yang sangat erat dalam arti keduanya berkenaan dengan suatu hal yang sama yakni nilai-nilai. Dalam konteks kebudayaan justru pendidikan memiliki peranan sebagai agen pengajaran nilai-nilai budaya, pada dasarnya pendidikan yang berlangsung adalah suatu proses pembentukan kualitas manusia sesuai dengan kodrat budaya yang dimiliki.
  • Ilmu Pengetahuan dan Teknologi mempermudah masuknya informasi-informasi yang bedampak pada kebudayaan, memperkaya atau pun menumbuhkan budaya baru yang mempengaruhi perkembangan kepribadian.
  • Individu adalah kreator dan sekaligus manipulator kebudayaannya, yang berarti bahwa antara kepribadian dan kebudayaan terdapat suatu interaksi yang saling menguntungkan. Di dalam perkembangan kepribadian diperlukan kebudayaan dan seterusnya kebudayaan akan dapat berkembang melalui kepribadian–kepribadian tersebut. Inilah yang disebut sebab-akibat sirkuler antara kepribadian dan kebudayaan.

 

3.2  Rekomendasi

  • Lingkungan keluarga merupakan lingkungan terkecil yang berpengaruh sangat besar terhadap pembentukan kepribadian seseorang, kebiasaan dan pengalaman sejak kecil menjadi karakter yang membedakannya dengan pribadi yang lain, tidak mungkin identik sama walau dalam satu keluarga. Setiap pribadi adalah unik, tentu treatment untuk pembentukan pribadinya pun tentu berbeda, tidak dapat disama ratakan. Orang Tua perlu terus meng-upgrade ilmu dan membuka wawasan seluas-luasnya agar dapat memberikan pemahaman yang sesuai kepada setiap anggota keluarganya tentang pentingnya kepribadian yang baik.
  • Pendidikan menjadi instrumen kekuatan sosial masyarakat untuk mengembangkan suatu sistem pembinaan anggota masyarakat yang relevan dengan tuntutan perubahan zaman. Globalisasi telah menyajikan nilai-nilai baru, pengertian-pengertian baru serta perubahan-perubahan di seluruh ruang lingkup kehidupan manusia yang waktu kedatangannya tidak bisa diduga-duga. Sehingga dunia pendidikan perlu untuk membekali diri dengan perangkat pembelajaran yang dapat melahirkan manusia zaman sesuai dengan atmosfir tuntutan global. Pendidikan Agama memiliki peranan yang sangat penting yang harus ditanamkan sejak dini, keteguhan untuk selalu dijalan Tuhan menjadi benteng terhadap serangan budaya yang tidak sesuai dengan aqidah.
  • Menerima ataupun menolak suatu kebudayaan merupakan pilihan setiap individu, Reward and Punishment dalam norma-norma sosial yang berlaku di masyarakat dapat memberikan batasan atau filter  terhadap kebudayaan tersebut.
  • Implementasi dari Peraturan Perundang-undangan tentang Teknologi Informasi, misalnya: pembatasan/pemblokiran terhadap kontent-kontent yang dapat membawa pengaruh negative bagi masyarakat.

REFERENSI

http://wisnukuncoro91.blogspot.com/2013/05/tugas-ilmu-budaya-dasar-pengertian.html

http://nanditoaldo.wordpress.com/2011/03/21/makalah-peran-kebudayaan-dalam-membentuk-kepribadian/

http://bagaskawarasan.wordpress.com/2012/12/08/tugas-2-ilmu-budaya-dasar-ibd-manusia-dan-kebudayaan/

http://ranumedia.blogspot.com/2011/08/makalah-ilmu-budaya-dasar_16.html

http://www.slideshare.net/sherryputri/makalah-ilmu-budaya-dasar-periode-3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s