Keep Moving On

Sekarang semuanya sudah berubah. Kodok gue bukan kodok yang gue kenal dulu. Dia berubah total. Dan semakin menghilang dari peredaran (Ha ha agak lebay). Pelayanan jarang datang. Ntah lah dia kemana dan ada urusan apa di luar. Awalnya gue kira cuma karena salah paham antara gue dan dia. Tetapi ketika gue kembali dan tahu apa yang sebenernya dia mau, itu semua sudah terlambat. Kita ga bisa dekat lagi seperti dulu. Waktu berdua pun, harus gue yang mulai pembicaraan. Dia hanya diam aja. Ya sudah lah. Mau apa lagi.

Nah, belum lagi, belum lama ini mata-mata gue bilang, dia pasang DP BBM nya itu foto cewe, yang emang udah pernah dia liat juga sebelumnya di gereja. Oh, God. Ya gue juga udah ga mau ambil pusing lagi. Gue udah nerima dia sama cewe lain sejak gue patah hati dan galau karena salah paham doang. Jadi, gue cuma bisa pasrah sama Tuhan. Mungkin Dia lebih tahu yang terbaik buat gue. Gue cuma bisa berdoa, curhat dan utarakan yang gue mau tapi yang sesuai kehendak-Nya saja.

Makin gue bertambah umur, gue makin santai menghadapi suatu masalah, makin bergantung sama Tuhan dalam setiap langkah yang gue ambil. Yesus itu Tuhan, Bapa, sekaligus sahabat terbaik gue. Dia Tuhan yang luar biasa. Tanpa Dia gue ga bisa apa-apa. tanpa Dia, gue ga bisa menghadapi semua masalah yang ada. Tanpa Dia gue ga bisa tahan dengan semua perasaan yang meluap-luap di dalam hati gue. Hati gue sekarang ga karuan rasanya saat gue nulis tulisan ini. Antara bahagia, sedih, galau. Mau nangis ini rasanya. Banyak banget yang gue simpan di dalam hati.

Gue bersyukur banget atas semua berkat-berkat-Nya yang buat gue begitu melimpah. Bisa bernapas sampai saat ini, bisa punya teman-teman dan sahabat baru di kampus maupun di gereja, bisa punya motivasi baru ke kampus, buat semuanya deh. Saat ini, ada dua orang yang buat gue nyaman. Sayangnya, yang satunya bukan nasrani. Gue berharap sama yang satunya, yang nasrani. Tapi gue ga mau berharap banyak sama dia, gue mau berharap sama Tuhan aja, biar nantinya ga kecewa.

Sahabat gue yang bukan nasrani ini baik banget, andaikan dia nasrani, gue pasti bahagia banget. Pegangan tangan tiap ketemu, perhatiannya banget-banget. Ya begitu lah. Tapi pada akhirnya gue ga bakal bisa milih dia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s