Lovely One

V2

Sudah hampir 3 bulan antara aku dan dia. Rasanya seperti sudah sangat lama kita bersama. Mungkin karena berbagai masalah yang telah timbul karena berbagai hal. Sejauh ini, yang aku tahu tentang dia masih sedikit mungkin, antara lain ya dia setia, dia menyebalkan karena sangat senang membuatku cemburu, dia cepat emosi dan cemburu, kalau beda pendapat lewat SMS dia akan meninggalkanku tidur (itu sangat menyebalkan, buatku tidak bisa  tidur dan menangis), tetapi besok paginya pasti sudah baik lagi, dan dia agak egois.

Kejadian paling mengenaskan yang sudah terjadi salah satunya waktu kita berencana untuk bertemu hari Kamis di Gereja waktu aku pelayanan. Sebelumnya aku udah pernah bilang untuk duduk jangan di tengah, karena aku tidak suka menjadi pusat perhatian. Saat itu aku bertugas sebagai backup singer. Dari atas mimbar aku melihat bahwa dia bergeser tempat duduk dari pinggir ke tengah. Ahh. Sewaktu tiba saatnya mendengar Firman, semua pengerja termasuk aku turun dari mimbar menuju ruang pengerja. Setelah mengambil minum dan kembali keluar ruangan untuk mendengar Firman, saya bertujuan untuk menghampiri dia, tapi berhubung tempat duduknya kurang aku sukai, aku hanya duduk di pinggir sebelah kanan, sedangkan dia duduk di ujung sebelah kiri. Aku maunya sih dia yang menghampiri, tapi sampai kotbah selesai, ia tidak pidah tempat duduk.

Okay, dia marah. Rencananya mau sms dia supaya tidak pulang dulu dan minta maaf, tetapi HP ku ada di dalam tas. Seselesainya ibadah, aku buru-buru turun dari mimbar dan mencari dia, dia sudah tidak ada. Aku sms, dia bilang sudah jalan. Jujur, aku sangat kecewa. Dia tidak pernah mau sabar atau mendengar penjelasanku. Aku SMS berkali-kali, membujuk supaya dia kembali, tapi dia marah-marah dan kekeuh pulang. Akhirnya karena kesal, aku memutuskan untuk pulang sendirian. Sangat tidak bertanggung jawab. Hari itu, hatiku sangat lelah bersabar, aku tidak mau mengalah, rasanya mau marah terus sama dia karena selalu saja aku yang minta maaf. Sangat egois. Mungkin kalau aku yang dulu, aku akan putuskan saja hubungan yang sekaang ini. Untuk apa dilanjutkan kalau selalu seperti itu. Tetapi sekarang, aku mau coba untuk lebih bersabar dan biar Tuhan yang balas setiap perbuatannya padaku.

Ada banyak hal yang tidak aku suka dari dalam dirinya. Tapi manusia tidak ada yang sempurna, termasuk aku. Aku cuma bisa bersabar dan menyerahkan semuanya kepada Tuhan. Berharap setiap kita akan berubah menjadi lebih baik lagi. Hufft … I just thank God for everything He has done in my life.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s