Domain Name System (DNS)

untitled

Pengertian Domain Name System (DNS)

Domain Name System (DNS) adalah sistem yang menyimpan informasi tentang nama host maupun nama domain dalam bentuk distributed database di dalam jaringan komputer, misalnya Internet.

DNS menyediakan alamat IP untuk setiap nama host dan mendata setiap server transmisi surat (mail exchange server) yang menerima surat elektronik (email) untuk setiap domain.

Domain Name System ini merupakan sistem penamaan secara hirarki yang nantinya  akan didistribusikan untuk suatu komputer, jasa, atau sumber daya yang terhubung ke Internet maupun jaringan pribadi.

DNS biasanya digunakan untuk menyelesaikan permintaan untuk mengubah nama-nama website menjadi alamat IP untuk tujuan menemukan layanan komputer serta perangkat di seluruh dunia.

Tanpa DNS, komputer tidak akan tahu berapa alamat yang digunakan oleh facebook dan website lainnya juga. Dan jika alamat IP tidak diketahui, maka tidak akan terjadi koneksi antara mereka.

Pada jaringan internetworking, setiap komputer di dunia ini saling berhubungan dengan menggunakan alamat IP saja. Seperti halnya saat kita mengakses facebook.com, sebenarnya komputer kita tidak benar-benar menganggapnya sebagai facebook.com, melainkan sebagai 173.252.120.6 (alamat IP Facebook). Jika anda menulis alamat dari Facebook tersebut di address bar browser anda, maka halaman facebook pun akan tampil.

Dengan begitu, DNS ini sangat penting keberadaannya. Jika tidak ada DNS, kita harus menghafal alamat IP dari facebook untuk bisa mengaksesnya. Tidak masalah jika hanya harus menghafal alamat dari facebook saja, tapi jika harus menghafal semua alamat yang dimiliki website lain, barulah hal ini menjadi masalah besar.

Cara Kerja DNS Server

Berikut ini adalah cara kerja DNS server:

  1. DNS resolver melakukan pencarian alamat host pada file HOSTS. Jika alamat host yang dicari sudah ditemukan dan diberikan, maka proses selesai.
  2. DNS resolver melakukan pencarian pada data cache yang sudah dibuat oleh resolver untuk menyimpan hasil permintaan sebelumnya. Bila ada, kemudian disimpan dalam data cache lalu hasilnya diberikan dan selesai.
  3. DNS resolver melakukan pencarian pada alamat server DNS pertama yang telah ditentukan oleh pengguna.
  4. Server DNS ditugaskan untuk mencari nama domain pada cache-nya.
  5. Apabila nama domain yang dicari oleh server DNS tidak ditemukan, maka pencarian dilakukan dengan melihat file database (zones) yang dimiliki oleh server.
  6. Apabila masih tidak ditemukan, pencarian dilakukan dengan menghubungi server DNS lain yang masih terkait dengan server yang dimaksud. Jika sudah ditemukan kemudian disimpan dalam cache lalu hasilnya diberikan.

Referensi

https://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_Penamaan_Domain

https://indosat.net.id/knowledgebase.php?action=displayarticle&id=2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s